Upacara Bendera & Buka Usbu SMANTEN

Senin, 14 Oktober 2024
SMA Negeri 10 Kepulauan Tanimbar mengawali seluruh rangkaian aktivitas pendidikan dalam satu pekan yang baru dengan melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera dan Ibadat Buka Usbu. Upacara pada pagi ini dipimpin oleh ibu Elisabeth M. Lekkang, S.Pd.Kim (guru mata pelajaran Kimia) yang bertindak sebagai Pembina Upacara, dengan Petugas Upacara adalah para peserta didik dari kelas XII Bahasa, di bawah bimbingan wali kelas yaitu ibu Anna Maria Malindir, S.Pd dan ibu Joice Julinda Makalegi, S.Pd. Para petugas Upacara ini dilatih oleh salah bpk. Stanislaus Atajalim, S.Pd yang adalah salah satu staf Bidang Kesiswaan.
Dalam amanatnya yang disampaikan dalam Upacara Pengibaran Bendera tadi pagi, Pembina Upacara memberikan apresiasi positif kepada seluruh peserta didik beserta para fasilitator P5, Kordinator P5, para pendamping kegiatan pengembangan diri, serta para wali kelas yang telah menghasilkan karya-karya kreatif dan bernilai ekonomis dalam kegiatan daur ulang sampah. "Saya bangga kepada seluruh peserta didik dan para fasilitator, pendamping, kordinator dan wali kelas yang telah bekerja sama dengan baik untuk menghasilkan karya-karya kreatif ini. Semoga pencapaian ini sungguh-sungguh mendapat penilaian dan penghargaan yang pantas sesuai dengan apa yang telah diusahakan bersama", pungkasnya. Beliau pun menegaskan tentang pentingnya nilai kerjasama yang baik dalam semangat persatuan dan persaudaraan sebagai satu kesatuan keluarga SMANTEN yang utuh dalam menyukseskan segala bentuk kegiatan pendidikan, demi kemajuan lembaga pendidikan SMA Negeri 10 Kepulauan Tanimbar yang tercinta.
Usai pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera, para guru, pegawai dan peserta didik melaksanakan Ibadat Buka Usbu yang dipimpin oleh bpk. Dafit F. Turlel, S.Ag (guru mata pelajaran Agama Katolik dan Seni Budaya). Dalam renungannya, para guru, pegawai, dan peserta didik diajak untuk merefleksikan pengalaman hidup masing-masing yang mungkin pernah meragukan kemurahan dan kesetiaan Tuhan, serta sering menginginkan bukti dari kecintaan Tuhan kepada diri masing-masing namun sesuai dengan keinginan pribadi. "Kita mungkin sering memaksakan keinginan kita dalam doa kepada Tuhan. Seringkali, kita lupa untuk berserah kepada Tuhan dan kita lupa untuk membiarkan Tuhan yang bekerja sesuai dengan rancanganNYA. Pada akhirnya, segala kebaikan Tuhan yang sudah nyata kita alami dalam hidup, malahan kita sering tidak menyadarinya sebagai bukti cinta Tuhan kepada kita. Mari kita bersama saling mendoakan dan belajar untuk menjadi orang-orang yang berserah kepada penyelenggaan Tuhan", tegasnya.
#Maju Bersama, Hebat Semua
oleh : D. F. Turlel, S.Ag (admin website SMANTEN)
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Upacara Bendera Senin 17/11/2025
- Awal Tahun Pelajaran 2025/2026
- Ujian Sekolah Berbasis Pensil-Kertas 2025
- Pelantikan OSIS & MPK 2024-2025
- Pesta Demokrasi SMANTEN 2024
Kembali ke Atas









